Jumat, 27 Februari 2009

SAP Hipertensi

SATUAN ACARA PENYULUHAN
HIPERTENSI
DI RUANG CEMPAKA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) SERANG
TAHUN 2009























DI SUSUN OLEH :

Lukmanul Hakim, S.Kep




KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH (KMB)
PROGRAM PROFESI NERS ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN FALETEHAN (STIKes-FA)
SERANG – BANTEN
2009



SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Penyakit kardiovaskuler
Pokok Bahasan : Hipertensi
Sasaran : Klien dan Keluarga Klien yang berada di Ruang Cempaka
Tempat : Ruang Cempaka RSUD Serang
Tanggal : 14 Februari 2009
Waktu : 20 menit
Media : leafleat, Infocus dan Laptop
Penyaji : Lukmanul Hakim, S.Kep
Metode : Ceramah, Tanya Jawab

I. Latar Belakang

Darah tinggi merupakan fenomena yang sering terjadi baik dikalangan orang yeng berstatus ekonomi tinggi maupun berstatus ekonomi rendah, karena darah tinggi atau hipertensi merupakan yang umum yang biasanya dapat terjadi salah satunya karena factor merokok dan minuman beralkohol.
“lebih baik mebeli rokok dari pada membeli semangkuk sayuran untuk dimakan” hal ini merupakan persepsi yang salah bagi kebanyakan orang. Mereka tidak mengetahui bahkan lebih buruknya lagi mereka mengetahui bahaya yang terjadi, bahwa merokok merupkan hal yang negative, disamping dapat merusak organ-organ yang berada ditubuh kita seperti dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan jantung, merokok juga dapat menguras atau meminimalkan pendapatan dari segi financial yang mereka dapat bersusah payah.
Di sisi lain, krisis ekonomi global yang terjadi saat ini dapat menjadi pencetus bagi penyakit hipertensi, dengan sulitnya ekonomi yang melanda dunia, khususnya di Indonesia, kebanyakan menjadikan keadaan psikologis orang yang terganggu seperti cemas, tegang, bingung bagaimana seorang kepala keluarga dapat menghidupi keluarganya, sehingga menimbulkan peningkatan tekanan darah. Sama halnya seperti keluarga klien termasuk klien yang berada di ruang cempaka, dengan kondisi yang tidak sehat serta kekhawatiran bagi keluarga dengan salah satu anggota keluarganya yang sedang di rawat di ruang cempaka RSUD Serang, hal demikian adalah salah satu stress psikosial yang dapat memicu terjadinya Hipertensi.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka kami tertarik untuk memberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan mengenai Hipertensi yang meliputi : pengertian Hipertensi, Penyebab Hipertensi, Tanda dan Gejala Hipertensi, dampak hipertensi, Pencegahan serta ponanganan Hipertensi baik secara farmakologik maupun secara NonFarmakologik

II. Tujuan Umum :
setelah dilakukan penyuluhan klien dan keluarga klien yang berada di ruang cempaka RSUD Serang, diharapkan mampu memahami tentang penyakit hipertensi dan penanganannya.

III. Tujuan Khusus :
Setelah dilakukan tindakan penyuluhan;
• Klien dan Keluarga dapat memahami pengertian hipertensi dan klasifikasinya.
• Klien dan Keluarga dapat mengenal tanda – tanda dan gejala hipertensi
• Klien dan Keluarga dapat mengetahui penyebab hipertensi
• Klien dan Keluarga dapat mengetahui komplikasi / bahaya yang dapat ditimbulkan
• Klien dan Keluarga dapat memahami pencegahannya dan diet pada hipertensi

IV. Pokok Materi
1. Pengertian Hipertensi
2. Faktor penyebab Hipertensi
3. Tanda dan gejala Hipertensi
4. Dampak dari Hipertensi
5. Pencegan Hipertensi
6. Penanganan Hipertensi

V. KEGIATAN PENYULUHAN
Tahap Kegiatan Kegiatan penyaji Kegiatan peserta Media
Pembukaan
(5 menit)

• Salam pembuka
• Pekenalan
• Menjelaskan maksud dan tujuan penyuluhan.


• Memberi pertanyaan perihal yang akan disampaikan Memperhatikan mendengarkan dan menjawab pertanyaan


Ceramah dan tanya jawab




Penyajian
(10 menit ) Menyampaikan materi :
• Menjelaskan pengertian hipertensi
• Menyebutkan klasifikasi hipertensi
• Menjelaskan penyebab dari hipertensi
• Menjelaskan tanda – tanda dan gejala hipertensi
• Menjelaskan dampak dan bahaya yang dapat ditimbulkan
• Menjelaskan pencegahan dari penyakit hipertensi
• Menjelaskan penanganan bagi penderita hipertensi Memperhatikan dan mendengarkan keterangan
Ceramah membagikan leafleat


Penutup
( 5 menit ) • Memberikan kesempatan bertanya pada Audience
• Merangkum Materi
• Salam Penutup Bertanya
Menjawab pertanyaan penyuluhan Tanya jawab




VI. Evaluasi

- Prosedur : Tanya Jawab
- jenis test : pertanyaan secara lisan
butir-butir soal :
1. sebutkan pengertian Hipertensi ?
2. sebutkan factor-faktor penyebab Hipertensi ?
3. sebutkan tanda dan gejala Hipertensi ?
4. sebutkan dampak dari Hipertensi ?
5. sebutkan cara pencegahan Hipertensi?
6. sebutkan cara penanganan Hipertensi?













MATERI PENYULUHAN

1. pengertian
hipertensi adalah suatu penekanan darah sistolik – diastolik yang tidak normal. Batas sistolik 140 – 190 mmHg dan diastolik 90 – 95 mmHg yang merupakan garis batas hipertensi. ( Silvia A. price. 2000 )

2. klasifikasi
menurut WHO :
Sistolik Diastolik
Normal < 140 mmHg < 90 mmHg
Tahap I 140 – 159 mmHg 90 – 99 mmHg
Tahap II 160 – 179 mmHg 100 – 109 mmHg
Tahap III 180 – 209 mmHg 110 – 120 mmHg
Tahap IV >210 mmHg > 120 mmHg


3. penyebab hipertensi :
a. tidak diketahui :
• keluarga dengan riwayat hipertensi
• pemasukan sodium yang berlebihan
• konsumsi kalori yang berlebihan
• kurangnya aktifitas fisik
• pemasukan alkohol yang berlebihan
• kurangnya potasium
b. diketahui
• penyakit parenkim dan vaskuler pada ginjal
• primary aldosteron
• chusing sindrome
• tumor otak
• Encephalitis
• Gangguan psikiatrik
• Kehamilan obat – obatan tertentu : misal; estrogen, glukokortikoid.
• Merokok.

4. Tanda dan gejala hipertensi
• Kelelahan
• Confusion
• Mual
• Muntah
• Ansietas
• Keringat berlebihan
• Muscle tremor
• Chest pain
• Pandangan kabur
• Telinga berdengin ( trinitus )

5. Komplikasi / Bahaya yang dapat ditimbulkan pada penyakit hipertensi
• Pada mata : penyempitan pembuluh darah pada mata karena penumpukan kolesterol dapat mengakibatkan retinopati, dan efek yang ditimbulkan pandangan mata kabur.
• Pada jantung : jika terjadi vasokonstriksi vaskuler pada jantung yang lama dapat menyebabkan sakit lemah pada jantung, sehingga timbul rasa sakit dan bahkan menyebabkan kematian yang mendadak.
• Pada ginjal : suplai darah vaskuler pada ginjal turun menyebabkan terjadi penumpukan produk sampah yang berlebihan dan bisa menyebabkan sakit pada ginjal.
• Pada otak : jika aliran darah pada otak berkurang dan suplai O2 berkurang bisa menyebabkan pusing. Jika penyempitan pembuluh darah sudah parah mengakibatkan pecahnya pembuluh darah pada otak ( Stroke )

6. pencegahan pada penyakit hipertensi
• pola hidup tenang atau santai, dan berfikir sehat ( positif ). Hindari stress serta sedih berkepanjangan
• olahraga sesuai kemampuan dan teratur
• istirahat yang cukup
• hindari merokok
• mengurangi makanan yang mengandung banyak lemak dan garam.
• Banyak makan buah dan sayuran
• Berobatlah atau kontrol yang teratur bila sudah lama terjangkit darah tinggi
• Periksalah sedini mungkin darah tinggi

7. Makanan apakah yang diperbolehkan
Semua bahan makanan segar atau diolah tanpa garam seperti ;
• Beras, ketan, ubi, mie tawar, maizena, terigu, gula pasir.
• Kacang – kacangan dan hasil olahannya seperti : kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, kacang tolo, tempe, tahu, oncom.
• Minyak goreng, margarin tanpa garam.
• Semua sayuran dan buah – buahan tanpa garam
• Semua bumbu – bumbu segar dan kering yang tidak mengandung garam dapur.

8. Makanan yang tidak diperbolehkan
Semua makanan yang diberi garam natrium pada pengolahan seperti ;
• Roti, biskuit, kraker, cale dan kue lain yang dimasak dengan garam dapur dan atau soda.
• Jerohan, dendeng, abon, corned beaf, daging asap, ikan asin, telur pindang, sarden, ebi, udang kering, telur asin, telur pindang.
• Keju, keju kacang tanah.
• Semua sayuran dan buah yang diawetkan dengan garam dapur.
• Garam dapur, vetsin soda kue, kecap maggi, terasi, saos tomat, petis, taoco.
• Coklat.
• Minuman berkafein, kopi the, dan bercarbon atau mengandung soda

Referensi :
1. Sylvia A. Price. 2000. Patofisiologi. EGC. Jakarta.
2. Ignatisius. Donna. 1995. Medical Surgical Nursing Philadephia. Sender Company.
3. FKUI/ 1996. Buku Ajar Kardiologi. Gaya Baru. Jakarta.
4. Mansjoer, Ariep, 2001, Kapita Selekta Kedokteran, EGC, Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar